Thursday, 22 March 2012

Mr. Bee mengusung penampilan berbeda dengan boyband lainnya, ketika boyband Indonesia kebanyakan berkiblat pada Korea Selatan, tidak bagi Mr. Bee mereka mengaku berkiplat ke arah  boyband barat. Bukan tampan atau ganteng yang mereka tonjolkan seperti boyband lainnya, mereka lebih menonjolkan kualitas vokal. Sehingga, lagu mereka cukup berkesan di hati penggemar.


Biodata dan Kisah Mr. Bee Dalam Karir dibentuk pada tanggal 30 September 2010, dulu hanya beranggotakan 3 orang (Bowby,Ebi,Eboy) tapi karena dari pihak lebel yaitu Nagaswara meminta untuk menambah anggota, maka jadilah Mr.Bee seperti yang sekarang dengan 5 orang personel dan karaktek vocal yang berbeda-beda, bowby (pop),Ebi (blues),Eboy(melayu),Christ(Jazz),Edho(rapper).

Kisah Mr.Bee diambil dari Tabloidbintang.com : Kritik superpedas di atas menyembul di forum dunia maya. Kritik yang membuat kuping Bobby (28) sempat memerah. Maklum, bintang sinetron Si Yoyo dan Cinta Fitri itu baru saja membentuk boy band, Mr. Bee.

Singel mereka, “Let Me Go”, karya Risna Ories mengangkasa di radio-radio daerah.
“Saya tahu betul, boy band pendahulu kami punya banyak penggemar sekaligus penghujat. Kalau kami lantas disamakan, itu konsekuensi. Tidak apa-apa,” ucap Bobby saat datang ke kantor Bintang beberapa waktu lalu.

Padahal, perjuangan Bobby meretas Mr. Bee tidak main-main. Faktanya, tak gampang mencari dan memadukan karakter Kornelius Christian (23), Febry Pramanda (21), Edho Zell (24), dan Febrian Novanda (22). Konsep Mr. Bee mulanya bukan lima serangkai.

“Awalnya, ingin membentuk trio. Waktu itu, label dan teman kurang yakin jika tampil bertiga. Lagi pula kalau trio, nanti kami disangka Trio Libels,” canda Bobby.

Bobby mencari para kandidat di situs jejaring sosial Twitter dan Facebook. Bahkan ia siap menerima demo vokal lewat surat elektronik.

“Suatu ketika saya jalan-jalan ke Interstudi Blok M. Seorang teman merekomendasikan nama dari A sampai Z. Lalu saya bertemu Febry Pramanda,” kenangnya. Ternyata, Febry dan Bobby pernah bertemu setengah tahun yang lalu.

Kala itu, Bobby memandu acara off air di Serpong, Tangerang.
“Saya pernah dikerjai Bobby. Setelah itu dia menyalami saya sambil berkata: Sampai bertemu, ya di dunia entertainment kelak. Mungkin ini yang disebut takdir,” Febry mengingat. Lain halnya dengan Febrian Novanda. Dulu, Febri adalah pembenci Bobby.

Febry ditemukan Bobby di kampus London School, Jakarta. Febri adalah president of choir.
“Waktu itu saya latihan di sana dan Bobby sedang hunting personel di tempat yang sama. Sebenarnya saya enggak suka Bobby. Dulu saya sering lihat Bobby di televisi di acara Super Soulmate. Menurut saya, dia sok eksis dan sering heboh sendiri. Mungkin ini yang namanya jodoh. Ternyata suara saya disukai. Sekarang malah kerja sama dengannya,” Febrian menukas.
Sementara Kornelius mengirimkan demo suara lewat voice note. Cerita menarik lainnya, datang dari Edho.

“Dia teman sejawat saya,” beri tahu Bobby.

Edho teman yang paling mendukung Bobby untuk membentuk boy band. Dia yang paling ceriwis menanyakan kabar proyek boy band lewat BlackBerry Messenger (BBM). “Hei, bagaimana proyek boy band? Sudah bereskah?” begitu Edho menyemangati.
Tapi tidak pernah terlintas dalam benak Bobby untuk mengajak teman dekat bergabung di sini. Lama-lama Bobby berpikir, kenapa Edho tidak diajak? Mengingat, dia menguasai dance, hip-hop, mahir ngerap.

“Dan dia punya banyak sekali link menuju off air event. Itu yang penting. Hahaha,” sambungnya disusul derai tawa.

Berkaca dari pengalaman boy band lain, lima sekawan ini punya banyak siasat menangkis kritik pedas. Berangkat dari pemahaman, mulut orang tidak bisa diatur. Komentar adalah ungkapan spontan. Persoalannya, bagaimana menanggapi kritik dan menjawabnya dengan perubahan nyata. Kritik dijawab ketika menggelar show.

“Kami baru punya singel. Jadi kalau manggung, kami membawakan ‘Let Me Go’ dan hit lawas penyanyi lain. Misalnya, mengubah ‘C.I.N.T.A’ dari Bagindas yang mellow-Melayu menjadi jazz berbalut pop. Aransemen musik dan vokal baru adalah kuncinya,” Edho menjawab.

Tampaknya, metode ini terinspirasi inovasi Andi Rianto saat mengaransemen lagu-lagu hit dalam Harmoni. Publik masih ingat saat Andi menyulap “C.I.N.T.A” lalu dinyanyikan Vina Panduwinata dengan tempo upbeat, tidak ubahnya hit fenomenal “Burung Camar”.

Biodata Personel Boyband Mr. Bee

Boby
sebutan di Mr.Bee: BumbleBee
tanggal ulang tahun: 13 Desember
tokoh kartun: Woody WoodPecker
nama fansnya: Blovers
account twitter: @Bowby_MrBee

Edho
sebutan di Mr.Bee: BabyBee
tanggal ulang tahun: 10 Juli
tokoh kartun: Winnie The Pooh
nama fansnya: Edhonizers
account twitter: @edho_zell_MrBee
Eboy
sebutan di Mr.Bee: SweetBee,
tanggal ulang tahun: 05 Oktober
1989
tokoh kartun: Shinchan
nama fansnya: Geboyers
account twitter: @Eboy_MrBee


Ebi
sebutan di Mr.Bee: BlackBee

tanggal ulang tahun: 05 Februari
1989
tokoh kartun: Spongebob
nama fansnya: SarangEbi
account twitter:
@Ebi_MrBee
Christian
sebutan di Mr.Bee: StingerBee
tanggal ulang tahun: 10 Desember
1987
tokoh kartun: Angry Bird
nama fansnya: Christfreak
account twitter: 
@Christian_MrBee

 Foto - Foto Mr. Bee




 

Bagikan artikel ini :